6.10.11
4.10.11
dreamer
kalo kata Agnes Monica ' DREAM, Believe, and Make it Happen !!'
kalo kata Walt Disney ' If U Can DREAM it, U Can DO it..'
Yeah people, saya percaya semua itu berawal dari mimpi dan niat untuk mencapainya. Tentunya tidak lupa dengan komitmen untuk mau terlibat dalam segala resiko dalam proses pencapaiannya.
Sepertinya akhir-akhir ini saya memiliki mimpi yang cukup banyak atau bisa dikatakan banyak maunya.
Melanjutkan S2 jurusan film and television ke NYU atau NYFA, yes, i wanna be a film maker ! Nyari scholarship sih udah, tapi untuk film kayanya agak jarang yah.. well saya masih bermimpi untuk bisa sekolah di sana, karena di Indonesia masih sangat amat jarang untuk sekolah film yang benar-benar untuk film maker. Buat Film Yuk !
Sekolah penerbangan di Garuda atau BIFA yang tujuannya adalah menjadi Pilot... Yeah, mungkin jarang denger pilot perempuan, tapi menurut saya itu pekerjaan yang sangat menyenangkan. Saya bisa travelling around the world dan bertemu manusia-manusia dengan culture yang berbeda. I think it's cool to learn new and different culture.
Okey, sepertinya tidak susah untuk bermimpi. Tapi bagaimanakah mewujudkannya itu kembali ke diri kita sendiri. My life is my passion, my dream is my future :D
Future is only in your dream, but now is a reality.
Lulus kuliah mungkin itu adalah proses awal yang harus saya jalani sebelum mencapai mimpi-mimpi yang saya ingini.
well, just pray :)
' karena bermimpi itu gratis, so, bermimpilah seindah-indahnya...'
so people, never even stopped to DREAM and CARPE DIEM ! :)))
5.9.11
TAKE IT or LEAVE IT
NOTHING TO LOSE
so ??
mengambil sebuah keputusan adalah hal yang sangat sulit,
terlepas itu adalah sebuah kesempatan yang mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya.
di tiap pilihan itu pun pasti disertai dengan resikonya.
mumpung kita masih muda, cari ilmu sebanyak-banyaknya, dan pengalaman seluas-luasnya.
:D
29.8.11
4.8.11
30.7.11
Jika hanya dapat menilai seseorang dari " apakah dia akan menjadi orang kaya atau tidak nantinya ?? "
ya itu sepertinya tingkat penilaian paling rendah dari tingkata terendah yang pernah ada.
Jika menilai seseorang dari " bagaimana prosesnya dan apakah yang dihasilkan pun sesuai sehingga ia diakatakan sukses di bidangnya"
ya ini sepertinya bisa dimasukkan dalam kategori penilaian.
Tapi, jika menilai seseorang dari " proses kehidupannya hingga kesuksesan karirnya, keluarganya, maupun kesuksesan membentuk karakter dirinya sebagai manusia sosial."
itu sangatlah jauh lebih baik, atau bisa dikatakan menilailah dari hal yang seperti ini.
ya itu sepertinya tingkat penilaian paling rendah dari tingkata terendah yang pernah ada.
Jika menilai seseorang dari " bagaimana prosesnya dan apakah yang dihasilkan pun sesuai sehingga ia diakatakan sukses di bidangnya"
ya ini sepertinya bisa dimasukkan dalam kategori penilaian.
Tapi, jika menilai seseorang dari " proses kehidupannya hingga kesuksesan karirnya, keluarganya, maupun kesuksesan membentuk karakter dirinya sebagai manusia sosial."
itu sangatlah jauh lebih baik, atau bisa dikatakan menilailah dari hal yang seperti ini.
22.7.11
dihargai sebagai manusia yang memiliki jabatan 'khusus', itu mengasyikan
dihargai sebagai manusia awam yang sama dengan lainnya, itu jauh lebih mengasyikan
dihargai karena menghasilkan karya yang memuaskan, itu membanggakan
dihargai karena memiliki talenta yang memuaskan hingga menghasilkan, itu menyenangkan
banyak penghargaan yang bisa diraih selama manusia itu hidup dan berkembang di dunia ini
ada baiknya kita menghargai apa yang kita miliki dan dapatkan saat ini, semoga orang lain pun bisa menghargai kita, seperti kita menghargai apa yang ada pada diri kita sendiri...
selamat malam.. :)
dihargai sebagai manusia awam yang sama dengan lainnya, itu jauh lebih mengasyikan
dihargai karena menghasilkan karya yang memuaskan, itu membanggakan
dihargai karena memiliki talenta yang memuaskan hingga menghasilkan, itu menyenangkan
banyak penghargaan yang bisa diraih selama manusia itu hidup dan berkembang di dunia ini
ada baiknya kita menghargai apa yang kita miliki dan dapatkan saat ini, semoga orang lain pun bisa menghargai kita, seperti kita menghargai apa yang ada pada diri kita sendiri...
selamat malam.. :)
21.7.11
INTERNSHIP #1
First week - MNC Pictures
Belajar apa ??
Belajar bikin FTV.
Oke kita sebut saja ini pemanasan yang sangatlah panas hingga membuat badan saya panas dan lemas.
Kerja dari pagi sampai tengah malam.
Cape itu jelas, pengalaman adalah nilai tambah tersendiri.
Banyak bertanya semakin banyak yang dipelajari.
Tawa,marah,omelan,latah,canda,malas,serius,telat,nyasar,ngantuk,cape,teriakan,curhat,sibuk,cuek, dan bla bla bla...
"Kalau mau mengahasilkan karya dan pengalaman ya di film, tapi kalo mau cari duit ya di sinetron," - mas kameramen.
terima kasih untuk ka Thaleb as a Director, Bang ege as a DOP, Martin as a script continuity partner, dan semua kru yang bersahabat sekali di dalam dan luar lokasi syuting. :) see you on next FTV :D
oke, keep roll..and..action !
Belajar apa ??
Belajar bikin FTV.
Oke kita sebut saja ini pemanasan yang sangatlah panas hingga membuat badan saya panas dan lemas.
Kerja dari pagi sampai tengah malam.
Cape itu jelas, pengalaman adalah nilai tambah tersendiri.
Banyak bertanya semakin banyak yang dipelajari.
Tawa,marah,omelan,latah,canda,malas,serius,telat,nyasar,ngantuk,cape,teriakan,curhat,sibuk,cuek, dan bla bla bla...
"Kalau mau mengahasilkan karya dan pengalaman ya di film, tapi kalo mau cari duit ya di sinetron," - mas kameramen.
terima kasih untuk ka Thaleb as a Director, Bang ege as a DOP, Martin as a script continuity partner, dan semua kru yang bersahabat sekali di dalam dan luar lokasi syuting. :) see you on next FTV :D
oke, keep roll..and..action !
26.6.11
FAKTA ?
Manusia memiliki akal budi, akal budi itu digunakannya untuk berpikir dan berlogika, pikirannya dan logika itu akan bersifat subjektif karena berasal dari pikiran setiap yang pasti berbeda dengan lainnya.
Jadi, apakah begitu dengan FAKTA ? Begitukah manusia jika melihat, merasakan, dan menceritakan fakta yang ada selalu dari sisi subjektifnya ?
Mungkin bagi si A ceritanya seperti ini, tapi tidak bagi si C ceritanya tidak seperti ini.
Padahal apa yang mereka alami adalah sesuatu hal yang sama.
Siapakah yang benar ? Apakah mereka berbohong ?
Subjektif, boleh saja asal tidak melebihi batas. Jika lebih berarti Anda PENIPU.
Manusia memiliki akal budi, akal budi itu digunakannya untuk berpikir dan berlogika, pikirannya dan logika itu akan bersifat subjektif karena berasal dari pikiran setiap yang pasti berbeda dengan lainnya.
Jadi, apakah begitu dengan FAKTA ? Begitukah manusia jika melihat, merasakan, dan menceritakan fakta yang ada selalu dari sisi subjektifnya ?
Mungkin bagi si A ceritanya seperti ini, tapi tidak bagi si C ceritanya tidak seperti ini.
Padahal apa yang mereka alami adalah sesuatu hal yang sama.
Siapakah yang benar ? Apakah mereka berbohong ?
Subjektif, boleh saja asal tidak melebihi batas. Jika lebih berarti Anda PENIPU.
Menghasilkan ?
Apa sih makna mengahsilkan yang sebenarnya ?
Apa iya 'menghasilkan' itu hanya dilihat dari segi materi ?
...'seperti si A sudah kerja gajinya sekian rupiah tiap bulan...'
...'si B sudah bisa beli kendaraan sendiri dari hasil dia kerja...'
Gak munafik, semua orang menginginkan materi. Apalagi di dunia ini hidup tanpa uang = SUSAH.
Tapi, apa iya kebahagian hidup hanya dilihat dari segi materi ??
Bodoh.
Materi hanya untuk kebahagian semu, tidaklah kekal.
Bisa saja seorang pemusik atau pekerja seni yang sudah banyak 'MENGHASILKAN' karya tapi mungkin hidupnya tidak sekaya-raya seorang Direktur.
Jauh lebih bernilai hasil karya seseorang dibandingkan dengan penghasilan berbentuk uang yang nantinya pun akan terpakai dan habis.
Karya manusia tidak akan habis dan akan terus ada sampai kapanpun.
Materi yang dimiliki si Direktur memanglah banyak, tapi apa iya dia sendiri menghasilkan kebahagian bagi orang sekitarnya ataupun keluarganya ?
Setiap hari pulang ke rumah hanya untuk menumpang tidur karena kesibukannya mengurusi pekerjaan.
Jika ditanya, 'Mengapa Anda selalu sibuk dengan pekerjaan kantor ? Adakah waktu untuk keluarga ?'
Jawabannya, 'Saya kerja kan untuk keluarga saya juga. Dengan begini toh mereka juga bahagia. Semua kebutuhannya saya penuhi.'
WHAT ???
Mungkin iya kebutuhan jasmani sangatlah tersedia,tapi apa seorang manusia hidup hanya fisiknya saja, tanpa jiwa dan perasaan ?
Kedewasaan.
Apa iya diakatakan dewasa ketika kamu sudah memiliki penghasilan sendiri dari hasil kerja ?
Apa iya dewasa berarti orang tua sudah tidak bertanggung jawab karena kamu sudah mapan ?
Sempit sekali hanya menilai kedewasaan dari segi penghasilan atau apalah itu sesuatu yang dibayar per bulan per jam apapun itu.
Jadi, sudah menghasilkan sesuatu kah Anda ???
Apa sih makna mengahsilkan yang sebenarnya ?
Apa iya 'menghasilkan' itu hanya dilihat dari segi materi ?
...'seperti si A sudah kerja gajinya sekian rupiah tiap bulan...'
...'si B sudah bisa beli kendaraan sendiri dari hasil dia kerja...'
Gak munafik, semua orang menginginkan materi. Apalagi di dunia ini hidup tanpa uang = SUSAH.
Tapi, apa iya kebahagian hidup hanya dilihat dari segi materi ??
Bodoh.
Materi hanya untuk kebahagian semu, tidaklah kekal.
Bisa saja seorang pemusik atau pekerja seni yang sudah banyak 'MENGHASILKAN' karya tapi mungkin hidupnya tidak sekaya-raya seorang Direktur.
Jauh lebih bernilai hasil karya seseorang dibandingkan dengan penghasilan berbentuk uang yang nantinya pun akan terpakai dan habis.
Karya manusia tidak akan habis dan akan terus ada sampai kapanpun.
Materi yang dimiliki si Direktur memanglah banyak, tapi apa iya dia sendiri menghasilkan kebahagian bagi orang sekitarnya ataupun keluarganya ?
Setiap hari pulang ke rumah hanya untuk menumpang tidur karena kesibukannya mengurusi pekerjaan.
Jika ditanya, 'Mengapa Anda selalu sibuk dengan pekerjaan kantor ? Adakah waktu untuk keluarga ?'
Jawabannya, 'Saya kerja kan untuk keluarga saya juga. Dengan begini toh mereka juga bahagia. Semua kebutuhannya saya penuhi.'
WHAT ???
Mungkin iya kebutuhan jasmani sangatlah tersedia,tapi apa seorang manusia hidup hanya fisiknya saja, tanpa jiwa dan perasaan ?
Kedewasaan.
Apa iya diakatakan dewasa ketika kamu sudah memiliki penghasilan sendiri dari hasil kerja ?
Apa iya dewasa berarti orang tua sudah tidak bertanggung jawab karena kamu sudah mapan ?
Sempit sekali hanya menilai kedewasaan dari segi penghasilan atau apalah itu sesuatu yang dibayar per bulan per jam apapun itu.
Jadi, sudah menghasilkan sesuatu kah Anda ???
25.6.11
16.5.11
8.5.11
why so serious ?
W H Y ??
tuntutan mahasiswa akhir sepertinya...
-_________________________-
jujur, dengan karakter santai, cuek, dan banyak bercanda ini amat sangatlah saya nikmati.tapi oh tapi semua itu ada batasnya...
lebih baik saat ini saya jauh lebih serius, terutama untuk kuliah dan kuliah dan kuliah.
yah seperti,
lebih baik mengerjakan tugas sesuai waktu yang diberikan daripada satu hari sebelum dikumpulkan, mungkin hasilnya akan jauh lebih baik (semoga).
kurangi
baik adanya dan ada baiknya saya lebih menseriusi bidang saya sekarang.
musik, fotografi, dan broadcasting(lately). oh iya satu lagi saya mau belajar nulis, masa anak JURNALISTIK ga bisa nulis... ceka!
apalagi menuju magang dan skripsi. Y A AMPUN.
magang bikin deg-degan+cape, skripsi bikin mumet, dan semua dicampur diwaktu yang bersamaan..bagaimanakah rasanya ?? kita lihat mulai bulan JULI.
serius atau tidakkah saya setelah ini ? hanya saya dan Tuhan yang tau... :D
*setelah sharing singkat mengenai media dan perkembangannya (khususnya TV).1.5.11
sorry to say,
saya malas menanggapi mereka yang terlalu mencari perhatian
saya malas menanggapi mereka yang menggampangkan sesuatu
saya malas menanggapi mereka yang terlalu banyak bicara
saya malas menanggapi mereka yang berpikiran tertutup
saya malas menanggapi mereka yang sensitif
saya malas menanggapi mereka yang memanfaatkan orang lain
saya malas menanggapi mereka yang plin-plan
saya malas menanggapi mereka yang terlalu banyak bertanya tanpa esensi
saya malas menanggapi mereka yang suka mengkritik tapi marah jika dikritik
saya malas menanggapi mereka yang tidak gentle
saya malas menanggapi mereka yang hidupnya sebagai 'pengikut' orang lain saja
saya malas menanggapi mereka yang selalu memiliki impian tinggi tanpa tau cara mencapainya
saya malas menanggapi mereka yang tidak jelas tujuan hidupnya
saya malas menanggapi mereka yang memutarbalikkan cerita
saya malas menanggapi mereka yang selalu mengeluh.
saya malas menanggapi mereka yang terlalu mencari perhatian
saya malas menanggapi mereka yang menggampangkan sesuatu
saya malas menanggapi mereka yang terlalu banyak bicara
saya malas menanggapi mereka yang berpikiran tertutup
saya malas menanggapi mereka yang sensitif
saya malas menanggapi mereka yang memanfaatkan orang lain
saya malas menanggapi mereka yang plin-plan
saya malas menanggapi mereka yang terlalu banyak bertanya tanpa esensi
saya malas menanggapi mereka yang suka mengkritik tapi marah jika dikritik
saya malas menanggapi mereka yang tidak gentle
saya malas menanggapi mereka yang hidupnya sebagai 'pengikut' orang lain saja
saya malas menanggapi mereka yang selalu memiliki impian tinggi tanpa tau cara mencapainya
saya malas menanggapi mereka yang tidak jelas tujuan hidupnya
saya malas menanggapi mereka yang memutarbalikkan cerita
saya malas menanggapi mereka yang selalu mengeluh.
Langganan:
Postingan (Atom)













